Senin, 22 Oktober 2012
jurnal 2
2. PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERSASARAN
DI PROPINSI DIY
Awan Santosa, Dadit G. Hidayat, dan Puthut Indroyono
TEMA
Rakyat dan Kemiskinan
LATAR BELAKANG MASALAH
FENOMENA
- Desa tertinggal yang semakin membutuhkan pembaharuan
- Kemiskinan perkotaan semakin menjadi perhatian pemerintah setempat
RISET PENELITIAN
- September 2002 – Januari 2003
Penelitian menggunakan data primer melalui wawancara langsung (in-depth
Interview) dengan penerima program Pengambilan sampel dilakukan secara
acak (random sampling).
MOTIVASI PENELITIAN
- Menjadikan masyarakat DI Yogayakarta bebas dari kemiskinan yang melanda
- Mengembangkan sektor ekonomi pertanian, perdagangan, dan pariwisata
MASALAH
- Masih rendahnya tingkat pendapatan masyarakat DI Yogyakarta
- Tingkat kemiskinan yang masih belum berkurang
- Pendidikan rakyat yang masih sangat terbatas
- Kepercayaan masyarakat yg masih sangat primitif sehingga
mengabaikan teknologi
TUJUAN PENELITIAN
- Mengefisiensikan tujuan tujuan program penganggulangan kemiskinan
- Penyaluran dana yang tepat bagi lapisan rakyat yang membutuhkan
- Mengikis tingkat desa tertinggal
METODELOGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak program IDT, PPK, dan P2KP serta program padat karya dalam meningkatkan pendapatan penerima program dan menurunkan tingkat kemiskinan penerima program, serta untuk mengevaluasi tingkat efisiensi penyaluran dana setiap program dan tingkat kelangsungan dana program yang dilaksanakan.
DATA SAMPEL
- Populasi masyarakat DI Yogayakarta Desa Inpres Tertinggal
- Populasi program PPK dan P2K
TAHAPAN PENELITIAN
Dengan masih menggunakan sample random, jumlah responden program kerja mandiri (PKM) dalam penelitian ini adalah 80 responden, yang berasal dari 3 jenis program yaitu program IDT, program PPK, dan program P2KP, masing-masing sebesar 38 responden, 32 responden, dan 10 responden. Responden ini diambil dari 6 desa di 5 kabupaten/kota di wilayah propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Empat lokasi pertama berada di lingkungan perdesaan di empat kabupaten di propinsi DIY, yaitu desa Karangawen di kabupaten Gunungkidul, desa Srikayangan di kabupaten Kulonprogo, desa Selopamioro di kabupaten Bantul, dan desa Sambirejo di kabupaten Sleman. Sedangkan dua lokasi terakhir adalah kelurahan Purwokinanti dan kelurahan Mantrijeron yang berada di daerah perkotaan Yogyakarta.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar